Gedung Gereja Pertama yang Dimiliki oleh Masyarakat  Indonesia di Jepang

Gedung Gereja GIII Minami Ibaraki

Di Jepang, 1 Oktober merupakan hari pertama yang menandai dimulainya semester musim gugur. Namun, bagi jemaat Gereja Interdominasi Injili Indonesia (GIII) wilayah Minami Ibaraki, Jepang, 1 Oktober 2017 merupakan hari bersejarah, dimana gedung Gereja yang telah mereka beli, akhirnya ditahbiskan penggunaannya untuk jemaat Gereja pada khususnya, dan umat Kristen Indonesia yang bermukim diJepang, pada umumnya.

Gereja untuk warga Indonesia

GIII merupakan salah satu Gereja yang secara khusus didirikan bagi warga Indonesia yang beragama Kristen dan bermukim di Jepang. Gereja ini mengidentifikasikan diri mereka sebagai Gereja persinggahan, mengingat banyaknya WNI yang datang untuk menimba ilmu maupun untuk bekerja di Jepang.WNI yang baru saja tiba di Jepang sering menghadapi kendala dalam hal bahasa. Oleh karena itu, GIII merupakan wadah bagi umat Kristen di Jepang,untuk dapat beribadah dengan bahasa Indonesia. Pendiri dan Gembala Pusat GIII PendetaYasuo Atsumi, yang pernah melayani misi di Indonesia selama 17 Tahun, GIII sudahberkarya di Jepang sejak tahun 1989.

Pembelian gedung Gereja

Gedung Gereja yang berlokasi di kota Mitsukaidoini telah berdiri sejak tanggal 13 Maret 1989, sebagai gedung milik Mitsukaido Shalom Church. Sebelum memiliki gedung Gereja sendiri, GIII Minami Ibaraki kerap kali meminjam gedung ini untuk keperluan ibadahnya.

Ketika Mitsukaido Shalom Church memutuskan untuk pindah lokasi, mereka menawarkan gedung ini kepada GIII Minami Ibaraki. Melalui proses negosiasi yang berlangsung sejak Januari 2017, akhirnya pelunasan dan serah terima gedung Gereja berlangsung pada tanggal 30 Agustus 2017. Mewakili Mitsukaido Shalom Church, Pendeta Yoshizawa menyerahkan sertifikat tanah dan bangunan kepada Pendeta Atsumi (Gembala Pusat GIII se-Jepang), Dr. Ricardo Sihombing (Dewan GerejaPusat GIII), Pendeta Ade Efra Anugrah Nggebu, S.Th. (Gembala GIII Minami Ibaraki), serta Majelis GIII Minami Ibaraki yang mewakili jemaat.

Tak lama setelah pembelian, GIII Minami Ibaraki pun resmi menempati gedung tersebut sejak 3 September 2017.Seperti halnya peresmian gedung di Indonesia, upacara pengguntingan  pita pun telah dilaksanakan pada tanggal tersebut. Mengingat usia gedung yang sudah mencapai 28 tahun, berbagai perbaikan dan renovasi telah dilaksanakan dibawah pengawasan Bapak Kenji Okano, yang juga adalah jemaat GIII Minami Ibaraki.

Dihadirioleh Konsul RI untukJepang

 

Hamba Tuhan GIII Pusat dan Wilayah bersama Perwakilan Kedutaan RI untuk Jepang Bapak Bob Tobing

Tidak hanya dihadiri oleh para Pendeta GIII dari berbagai wilayah, ibadah dan ucapan syukur pentahbisan Gereja juga dihadiri oleh perwakilan Duta Besar RI untukJepang (Konsul), yaitu Bapak Bob Tobing. Dalam sambutannya, beliau berkata :“Saya sudah bertugas dibeberapa negara. Ada 4 negara, di Amerika, Afrika dan duadia Asia. Baru ini ada masyarakat Indonesia bisa mempunyai sebuah properti (gedungGereja) milik sendiri. Saya sangat terharu.”.

Beliau juga membacakan sambutan tertulis dariDuta Besar RI untuk Jepang dengan menekankan pentingnya peran gereja Indonesia di Jepang, dalam penuturannya berikut ini: “Salah satu kebiasaan umum orang Indonesia ketika bepergian dan berdiam di luar negeri ialah, ingin berkumpul dengan sesame orang Indonesia, serta tidak melupakan ibadah sesuai kepercayaannya, termasuk umat Kristiani. Disinilah peran Gereja Indonesia untuk melayani kebutuhan spiritual, khususnya bagi umat Kristiani Indonesia di Jepang.”

Gembala Pusat GIII, Pdt. Yasuo Atsumi menyampaikan Firman Tuhan dalam Ibadah dan Pentahbisan Gedung Gereja GIII Minami Ibaraki

Lebih lanjut lagi, beliau juga mengutarakan harapannya bagi jemaat GIII, dan kontribusi yang diharapkan dari masyarakat Indonesia di Jepang.“Dengan memiliki gedung sendiri, kami mengharapkan agar kiranya GIII dapat menggunakan fasilitas yang ada, yang diberikan oleh Tuhan untuk semakin meningkatkan pelayanan rohani kepada masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia, sehingga jemaat GIII menjadi warga negara, warga masyarakat yang taat kepadaTuhan Yang Maha Esa. Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan, kiranya GIII dapat memberikan kontribusi yang signifikan kepada masyarakat Indonesia di Jepang, dan nantinya menjadi bagian dari warga masyarakat di Jepang yang saling mengasihi dengan sesama, menjaga kerukunan sesama orang Indonesia, serta menjunjung kebiasaan positif dan kaeda-kaedah masyarakat Jepang.”

 

Artikel ditulis oleh Maria Chen